Kegiatan Posyandu Balita di Dusun Gajihan, RW 13, Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Klaten berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari para ibu yang membawa anak balita mereka. Desa Pandes sendiri memiliki total dua belas posyandu balita yang tersebar di berbagai dukuh, termasuk di Dukuh Gajihan yang juga dikenal dengan nama Tanjung. Kegiatan rutin semacam ini biasanya diselenggarakan oleh kader kesehatan bersama Tim Penggerak PKK setempat untuk memantau tumbuh kembang anak secara berkala.
Salah satu momen menarik dalam pelaksanaan posyandu kali ini adalah keterlibatan aktif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran. Mahasiswa KKN turut serta secara aktif mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, termasuk membantu proses registrasi peserta serta mendampingi jalannya berbagai pos pemeriksaan. Kehadiran mahasiswa lintas kampus ini menunjukkan sinergi yang baik antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat desa dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak.
Dalam kegiatan tersebut, salah satu bagian penting yang dibantu langsung oleh mahasiswa KKN adalah proses pengukuran tinggi atau panjang badan balita. Sesuai dengan standar pelaksanaan posyandu pada umumnya, rangkaian kegiatan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi atau panjang badan, pengukuran lingkar kepala, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga penyuluhan gizi bagi para ibu. Mahasiswa membantu memegangi dan mengarahkan posisi bayi agar pengukuran panjang badan dapat dilakukan secara akurat menggunakan alat ukur khusus yang dibentangkan di atas alas kain, sebagaimana terlihat pada dokumentasi kegiatan di lapangan.
Selain pengukuran tinggi badan, mahasiswa KKN juga membantu berbagai tahapan lain seperti pencatatan data pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), penimbangan berat badan, serta pendampingan antrean ibu dan balita agar kegiatan berjalan lebih tertib dan efisien. Peran mahasiswa ini sejalan dengan praktik KKN tematik yang umumnya berfokus pada penguatan layanan kesehatan dasar dan pencegahan stunting di tingkat desa. Ibu-ibu yang hadir terlihat kooperatif dan tidak keberatan dengan bantuan tenaga tambahan dari mahasiswa, mengingat jumlah balita yang harus diperiksa dalam satu waktu cukup banyak.
Secara keseluruhan, kolaborasi antara kader posyandu, perangkat desa, dan mahasiswa KKN UNS serta UPN di Dusun Gajihan ini memberikan manfaat ganda, baik bagi optimalisasi pelayanan kesehatan balita maupun bagi pengalaman belajar mahasiswa dalam terlibat langsung di masyarakat. Kegiatan seperti ini turut mendukung upaya pemerintah desa dalam memantau status gizi balita, mencegah stunting, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan anak secara rutin setiap bulan.