Persoalan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan yang kerap luput dari perhatian di banyak desa, termasuk di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Sampah organik dan anorganik masih sering dibuang begitu saja tanpa dipilah, sehingga menumpuk di tempat pembuangan akhir dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan maupun kesehatan. Menjawab persoalan ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPN "Veteran" Yogyakarta kelompok 371 yang mengusung nama program "Jejak Pandes" menggagas sebuah program sosialisasi bertajuk "Pilah Sampah dari Rumah", dengan harapan warga dapat mulai membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah masing-masing sebelum dibuang ke tempat pembuangan.
Mulai dari rumah, mulai dari kita — begitu semangat yang diusung Kelompok 371 "Jejak Pandes"
Program ini bukan sekadar penyuluhan satu arah, melainkan dirancang sebagai ajakan aktif agar warga benar-benar memahami manfaat memilah sampah, mulai dari sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan, hingga sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan kaleng. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa berharap warga menjadi lebih sigap dan tanggap dalam mengelola sampah rumah tangga sehari-hari, sehingga volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat berkurang, dan sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali, baik melalui daur ulang maupun pengomposan.
Kegiatan sosialisasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat desa yang memberikan izin dan dukungan penuh, tokoh masyarakat yang membantu mengumpulkan warga, hingga ibu-ibu rumah tangga yang menjadi sasaran utama karena merekalah yang paling sering bersinggungan langsung dengan pengelolaan sampah rumah tangga sehari-hari. Dengan pendekatan yang komunikatif dan contoh-contoh sederhana yang mudah dipraktikkan, mahasiswa berupaya agar pesan yang disampaikan benar-benar melekat dan diterapkan secara berkelanjutan oleh warga, bukan hanya menjadi wacana yang berhenti di forum sosialisasi saja.