Sektor pertanian dan peternakan di pedesaan sering kali berjalan secara terpisah, padahal integrasi kedua sektor tersebut menyimpan potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kelompok KKN 140 Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bertajuk SIGAP di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Program ini berfokus pada sosialisasi optimalisasi potensi daerah berbasis Integrated Farming (sistem pertanian terpadu).
Kegiatan edukatif ini dihadiri oleh lintas elemen masyarakat Desa Pandes, mulai dari anggota kelompok tani, peternak lokal, hingga ibu-ibu PKK. Sebagai bentuk pendampingan yang berbobot, Tim KKN 140 UNS menghadirkan dosen Agribisnis Fakultas Pertanian UNS, Dr. Susi Wuri Ani, S.P., M.P., sebagai narasumber utama untuk memaparkan materi.
Dalam pemaparannya, Dr. Susi Wuri Ani menjelaskan bahwa Integrated Farming mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan ke dalam satu ekosistem sirkular yang saling mendukung. Selain pengelolaan limbah pertanian dan ternak, beliau memberikan contoh penerapan konkret yang sangat praktis untuk skala pemukiman, yaitu sistem Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember).
Melalui teknik Budikdamber, warga dapat memelihara ikan (seperti lele) di dalam ember sekaligus menanam sayuran (seperti kangkung) di bagian atasnya. Air kaya nutrisi dari kotoran ikan bertindak sebagai pupuk alami bagi tanaman, sedangkan akar tanaman membantu menyaring air agar tetap bersih bagi ikan.
Program pengabdian KKN 140 UNS ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh serta menambah wawasan masyarakat mengenai konsep dan manfaat Integrated Farming. Keterlibatan aktif kelompok tani, peternak, dan ibu-ibu PKK diharapkan dapat menggerakkan pemanfaatan pekarangan rumah dan lahan pertanian demi menunjang usaha tani yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara melalui diskusi interaktif mengenai tata cara pengolahan limbah hingga simulasi praktis Budikdamber. Melalui inisiatif program SIGAP dari Kelompok KKN 140 UNS ini, masyarakat Desa Pandes kini memiliki bekal pengetahuan untuk mengelola potensi lokal secara mandiri, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan desa.