PANDES - Maraknya penipuan berkedok investasi ilegal hingga jeratan pinjaman online ilegal yang meresahkan ekonomi masyarakat menjadi perhatian serius mahasiswa KKN Kelompok 140 Universitas Sebelas Maret (UNS). Mengusung tajuk “Pandes Jogo Arto: Edukasi Literasi Keuangan dan Pengenalan Investasi Aman di Pasar Modal”, KKN 140 UNS sukses melaksanakan sosialisasi literasi keuangan yang bertempat di Balai Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.
Acara yang dihadiri oleh puluhan warga Desa Pandes ini menghadirkan narasumber spesialis dari Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, Bapak Dwi Rahmadi Nur Fathoni. Turut hadir mendampingi warga, Kepala Desa Pandes, Bapak Heru Purnomo, S.Tp. beserta jajaran perangkat desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 140 UNS, Bapak Arif Lukman Santoso, S.E., M.M., M.Pro., Ak.
Program yang mengusung filosofi Jogo Arto atau menjaga keuangan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar bagi warga dalam mengelola ekonomi rumah tangga agar tetap sehat. Dalam pemaparannya, Bapak Dwi Rahmadi Nur Fathoni menekankan pentingnya menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum berinvestasi. Warga diimbau untuk selalu memastikan kelegalan lembaga keuangan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan tinggi yang tidak masuk akal. Selain itu, pemateri juga mengenalkan konsep dasar pasar modal sebagai salah satu alternatif investasi yang aman, legal, dan terdaftar resmi.
Suasana Balai Desa Pandes berlangsung interaktif ketika memasuki sesi tanya jawab. Warga secara aktif memanfaatkan momen tersebut untuk berkonsultasi mengenai dinamika pengelolaan keuangan sehari-hari dan cara membentengi diri dari maraknya tawaran finansial bodong. Kepala Desa Pandes, Bapak Heru Purnomo, S.Tp., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNS dan BEI Yogyakarta yang telah membekali warganya dengan wawasan finansial yang sangat krusial ini. Melalui edukasi ini, diharapkan ketahanan ekonomi keluarga di Desa Pandes semakin kuat, tertata, dan terhindar dari risiko kerugian finansial di masa depan.