"Membangun lingkungan yang ramah dan aman bagi tumbuh kembang anak dan remaja"
Perundungan atau bullying masih menjadi persoalan yang kerap terjadi di lingkungan anak-anak dan remaja, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar rumah, namun sering kali tidak disadari sebagai masalah serius oleh masyarakat. Perilaku ini dapat berdampak panjang terhadap kondisi psikologis korban, mulai dari menurunnya rasa percaya diri, kecemasan berlebihan, hingga trauma yang berkepanjangan. Menyadari pentingnya pencegahan sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPN "Veteran" Yogyakarta kelompok 371 dengan program "Jejak Pandes" menginisiasi kegiatan sosialisasi anti-bullying yang ditujukan kepada anak-anak, remaja, orang tua, serta perangkat Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
Sosialisasi ini dirancang bukan hanya untuk memberikan pemahaman teoretis mengenai apa itu bullying, tetapi juga untuk membekali warga, khususnya anak-anak dan remaja, dengan kemampuan mengenali tanda-tanda perundungan sejak dini serta langkah-langkah konkret yang bisa diambil ketika mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut. Mahasiswa berharap, melalui kegiatan ini, warga desa dapat menjadi lebih sigap dan tanggap dalam mencegah maupun menangani kasus bullying di lingkungan mereka, sehingga tercipta suasana yang lebih aman dan suportif bagi tumbuh kembang generasi muda.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara mahasiswa sebagai fasilitator, perangkat desa yang mendukung penyelenggaraan acara, orang tua yang berperan penting dalam pengawasan anak di rumah, serta anak-anak dan remaja sebagai peserta utama yang menjadi sasaran edukasi. Pendekatan yang digunakan pun dibuat interaktif, dengan permainan peran, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab, agar pesan anti-bullying dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta, terutama anak-anak yang menjadi kelompok usia paling rentan mengalami maupun melakukan tindakan perundungan.
Melalui program sosialisasi anti-bullying ini, mahasiswa KKN UPN "Veteran" Yogyakarta kelompok 371 "Jejak Pandes" berupaya menumbuhkan kesadaran bersama, baik di kalangan anak-anak, remaja, maupun orang tua, mengenai pentingnya mencegah dan menangani tindakan perundungan sejak dini. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun budaya saling menghargai dan empati di lingkungan Desa Pandes, sekaligus memastikan bahwa anak-anak dan remaja memiliki ruang tumbuh yang aman dan bebas dari rasa takut. Dengan keterlibatan aktif perangkat desa dan orang tua, diharapkan nilai-nilai anti-bullying yang disampaikan dalam sosialisasi ini dapat terus dijaga dan diwariskan, bahkan setelah masa KKN kelompok 371 berakhir.