Aplikasi Layanan Si Mentes
Pemerintah Desa Pandes
Kabupaten Klaten

Desa
Pandes

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi
Selamat Datang Di Aplikasi Layanan Si Mentes Desa Pandes, Kec. Wedi, Kab. Klaten

Info

Berita Desa

Mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta Kelompok 370, 371, dan 372 Ikut Andil dalam Membatik di Balai Desa Pandes

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPN VYK) Kelompok 370, 371, dan 372 mengikuti kegiatan pelatihan membatik bersama masyarakat desa pada Jumat, 17 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Pandes. Kegiatan ini mengangkat tema batik jahit, yaitu teknik membatik dengan cara menjahit kain terlebih dahulu kemudian mencelupkannya ke dalam larutan Neptanol untuk menghasilkan motif khas pada kain. Kegiatan tersebut diikuti oleh perangkat desa, ibu-ibu PKK, pemuda desa, dan warga yang antusias mempelajari teknik membatik sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.

Pelatihan membatik ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya memperkenalkan teknik batik sederhana yang dapat dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Dilakukan adalah pelatihan membatik teknik jahit dan pencelupan Neptanol. 

Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN berkoordinasi dengan perangkat desa mengenai jalannya kegiatan. Salah satu mahasiswa menyampaikan, “Bapak, kami berharap pelatihan membatik ini dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi warga dan bisa dikembangkan menjadi keterampilan tambahan di desa ini.” Perangkat desa kemudian menanggapi, “Kami sangat mengapresiasi inisiatif adik-adik KKN. Semoga warga dapat belajar teknik baru dan semakin tertarik untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.” Setelah arahan singkat, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian alat dan bahan kepada seluruh peserta.

Selama proses membatik, suasana di balai desa berlangsung hangat dan penuh semangat. Seorang warga bertanya, “Mengapa kainnya harus dijahit terlebih dahulu sebelum dicelupkan ke Neptanol?” Mahasiswa KKN menjelaskan, “Jahitan pada kain akan menghambat masuknya warna pada bagian tertentu sehingga setelah benang dilepas akan muncul motif yang unik dan berbeda pada setiap karya.” Warga lain menambahkan, “Ternyata prosesnya tidak sesulit yang kami bayangkan, Hasilnya juga sangat menarik dan bisa menjadi peluang usaha rumahan.” Mahasiswa pun memberikan pendampingan selama proses pencelupan hingga pengeringan kain.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta Kelompok 370, 371, dan 372 berhasil membangun interaksi positif dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan teknik batik jahit dengan pencelupan Neptanol sebagai alternatif kegiatan kreatif di Desa Jejak Pandes. Pelatihan tersebut tidak hanya mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga, tetapi juga memberikan pengalaman baru yang diharapkan dapat mendorong pelestarian budaya batik serta pengembangan keterampilan ekonomi kreatif di lingkungan desa.

Komentar

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Total Populasi Desa Pandes

2246 2246

2379 4625

4625

4625 4625

TOTAL : 4625 ORANG

(BELUM MENGISI DATA 4625 ORANG)

2246

LAKI-LAKI

2379

PEREMPUAN

Lokasi Kantor Desa

Alamat:Jl. Ki Narto Sabdo No. 1
Desa : Pandes
Kecamatan : Wedi
Kabupaten : Klaten
Kodepos : 57461

Peta Wilayah Desa

Aplikasi Layanan Si Mentes
Pemerintah Desa Pandes
Kabupaten Klaten

Desa
Pandes

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi

Berita Desa

Mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta Kelompok 370, 371, dan 372 Ikut Andil dalam Membatik di Balai Desa Pandes

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPN VYK) Kelompok 370, 371, dan 372 mengikuti kegiatan pelatihan membatik bersama masyarakat desa pada Jumat, 17 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Pandes. Kegiatan ini mengangkat tema batik jahit, yaitu teknik membatik dengan cara menjahit kain terlebih dahulu kemudian mencelupkannya ke dalam larutan Neptanol untuk menghasilkan motif khas pada kain. Kegiatan tersebut diikuti oleh perangkat desa, ibu-ibu PKK, pemuda desa, dan warga yang antusias mempelajari teknik membatik sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.

Pelatihan membatik ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya memperkenalkan teknik batik sederhana yang dapat dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Dilakukan adalah pelatihan membatik teknik jahit dan pencelupan Neptanol. 

Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN berkoordinasi dengan perangkat desa mengenai jalannya kegiatan. Salah satu mahasiswa menyampaikan, “Bapak, kami berharap pelatihan membatik ini dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi warga dan bisa dikembangkan menjadi keterampilan tambahan di desa ini.” Perangkat desa kemudian menanggapi, “Kami sangat mengapresiasi inisiatif adik-adik KKN. Semoga warga dapat belajar teknik baru dan semakin tertarik untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.” Setelah arahan singkat, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian alat dan bahan kepada seluruh peserta.

Selama proses membatik, suasana di balai desa berlangsung hangat dan penuh semangat. Seorang warga bertanya, “Mengapa kainnya harus dijahit terlebih dahulu sebelum dicelupkan ke Neptanol?” Mahasiswa KKN menjelaskan, “Jahitan pada kain akan menghambat masuknya warna pada bagian tertentu sehingga setelah benang dilepas akan muncul motif yang unik dan berbeda pada setiap karya.” Warga lain menambahkan, “Ternyata prosesnya tidak sesulit yang kami bayangkan, Hasilnya juga sangat menarik dan bisa menjadi peluang usaha rumahan.” Mahasiswa pun memberikan pendampingan selama proses pencelupan hingga pengeringan kain.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta Kelompok 370, 371, dan 372 berhasil membangun interaksi positif dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan teknik batik jahit dengan pencelupan Neptanol sebagai alternatif kegiatan kreatif di Desa Jejak Pandes. Pelatihan tersebut tidak hanya mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga, tetapi juga memberikan pengalaman baru yang diharapkan dapat mendorong pelestarian budaya batik serta pengembangan keterampilan ekonomi kreatif di lingkungan desa.

Komentar

Beri Komentar

Komentar Facebook